Wisma NH, Pancoran, Jakarta Selatan

HARU BIRU KEBAKARAN DI PONPES DARUL ULUM CILACAP DORONG GERAKAN BERAMAL BAIK ULURKAN TANGAN

[Cilacap, 26-10-25] – Dinding-dinding kamar yang tadinya menjadi saksi bisu tawa dan doa di balai Maryam Hafsah dan Fatimah Pondok Pesantren Darul Ulum Majenang-Cilacap kini terlihat gosong pekat. Pada 21 Oktober 2025 dinihari, nyala api yang beringas melahap tiga balai tidur utama, merenggut bukan hanya atap di atas kepala, tetapi juga seluruh harta benda sederhana milik para santri: kitab suci yang dihafalkan, seragam sekolah yang dibanggakan, dan tempat tidur yang menjadi pelepas lelah.

Musibah tak terduga ini meninggalkan duka mendalam. Pagi setelah api padam, yang tersisa hanyalah puing dan bau hangus. Puluhan pasang mata Santri putri, menatap kosong ke arah gundukan abu, tempat impian dan rutinitas mereka terkubur. Mereka kehilangan segalanya, mulai dari pakaian sehari-hari hingga alat tulis yang baru dibeli.

Kondisi menggerakkan solidaritas berbagai pihak untuk mengulurkan tangan. Beberapa hari pasca-bencana, Gerakan Beramal Baik, sebuah komunitas nirlaba yang fokus pada pemulihan pendidikan, tiba di lokasi. Kedatangan mereka membawa angin segar, bukan hanya dalam bentuk donasi materi, melainkan juga dukungan moral yang menghangatkan.

Gerakan Beramal Baik menyalurkan bantuan berupa 60 paket lengkap perlengkapan sekolah, yang berisi tas ransel baru, alat tulis, buku, dan seragam cadangan. Selain itu, Gerakan Beramal Baik juga memberikan santunan uang tunai sebesar Rp. 10 juta untuk membantu proses renovasi kepada pimpinan Ponpes.

Momen penyerahan bantuan itu sungguh mengharukan. Ketika puluhan santri putri itu membuka tas baru mereka, raut wajah muram yang sempat membayangi kini berganti dengan senyum tipis. Bahkan salah satu santri memvideokan dengan gaya unboxing tas dan isi perlengkapan didalamnya di medsosnya.

“Setiap bencana pasti membawa rasa kehilangan yang berat, tetapi kehilangan semangat belajar jauh lebih menyakitkan,” kata Ilham Nasai, perwakilan dari Gerakan Beramal Baik. “Tujuan kami sederhana:  memastikan bahwa musibah ini tidak boleh menghentikan cita-cita mereka. Mereka harus segera kembali ke kelas, belajar, dan meraih masa depan.”

Ustadz Ali Syahbana, Pengajar senior sekaligus kepala Ponpes Darul Ulum, mengungkapkan rasa terima kasih yang tak terhingga. “Bantuan ini bukan sekadar tas dan buku. Ini adalah simbol bahwa kami tidak sendirian. Ini adalah bekal bagi anak-anak kami untuk kembali bangkit. Api boleh membakar balai tidur kami, tapi semangat belajar mereka akan kami jaga agar tetap menyala.” Kata Ustadz Ali.

Kebakaran itu mungkin telah merenggut barang-barang mereka, namun peristiwa ini justru menumbuhkan kesadaran kolektif yang kuat: bahwa kebersamaan dan uluran tangan dapat memulihkan luka yang paling dalam. Bersama Gerakan Beramal Baik beberapa Lembaga filantropi lain seperti Baznas, Lazis-Mu dan ormas Islam lain juga turut memberikan bantuan dan dukungan untuk Ponpes Darul Ulum ini memperbaiki fasilitas hingga pulih dan normal Kembali. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *